SIFAT WALI-WALI ALLAH TA’ALA

Setelah Allâh Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa memusuhi para wali-Nya berarti memerangi-Nya, Allâh Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan sifat para wali-Nya. Allâh Subhanahu wa Ta’ala juga menyebutkan apa yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada-Nya. Asal makna dari al-muwâlâh (kecintaan) adalah al-qurb (kedekatan) dan asal makna dari al-mu’âdâh (memusuhi) adalah al-bu’du (jauh/menjauhi). Jadi para wali Allâh Subhanahu wa Ta’ala ialah orang-orang yang selalu mendekatkan diri pada-Nya dengan apa yang dapat mendekatkan diri mereka kepada-Nya, sedang para musuh-Nya ialah orang-orang yang dijauhkan dari-Nya dengan amal perbuatan mereka yang menyebabkan mereka diusir dan dijauhkan dari-Nya.

Allâh Subhanahu wa Ta’ala membagi para wali-Nya yang dekat ke dalam dua kelompok, sebagai berikut.

Pertama, yang mendekatkan diri kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala dengan melaksanakan hal-hal yang diwajibkan saja dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan.

Kedua, yang mendekatkan diri kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala dengan amalan-amalan sunnah setelah mengerjakan yang wajib.

Maka dengan ini menjadi jelaslah bahwa tidak ada jalan untuk mendekatkan diri kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala , kewalian-Nya, dan kecintaan-Nya selain taat kepada-Nya dengan menjalankan yang disyari’atkan-Nya melalui lisan Rasul-Nya. Barangsiapa mengklaim dirinya mendapat kewalian dari Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan kecintaan-Nya tetapi melalui selain jalan ini, berarti ia dusta dalam pengakuannya, seperti yang terjadi dengan orang-orang musyrik yang mendekatkan diri kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala dengan cara menyembah tuhan-tuhan selain Allâh Subhanahu wa Ta’ala , seperti dikisahkan Allâh Subhanahu wa Ta’ala tentang mereka, “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allâh (berkata): ‘Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allâh dengan sedekat-dekatnya” [Az-Zumar/39:3]

Dan sebagaimana Allâh Subhanahu wa Ta’ala kisahkan tentang orang-orang Yahudi dan Nasrani yang berkata, “Kami adalah anak-anak Allâh dan kekasih-kekasih-Nya.” [Al-Mâ-idah/5:18]