Karamah Para Wali

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Bâz rahimahullah menjelaskan perbedaan antara mukjizat, karamah serta keadaan syaithaniyyah yang luar biasa melalui tangan para tukang sihir atau para pengecoh ummat. Beliau rahimahullah mengatakan bahwa mukjizat merupakan karunia yang Allâh Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada para Rasul dan Nabi berupa keluarbiasaan. Mukjizat digunakan untuk melawan orang-orang yang menentang para Nabi, untuk mengujinya dan untuk mengabarkan tentang keberadaan mereka sebagai utusan Allâh Subhanahu wa Ta’ala, juga untuk menguatkan dakwah para Nabi dan Rasul. Misalnya, peristiwa bulan terbelah, diturunkannya al-Qur-an (karena al-Qur’an ini merupakan mukjizat terbesar), rintihan batang kurma, keluarnya air dari sela jari-jari tangan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan masih banyak macam mukjizat lainnya.

Syarat diberikannya karamah yaitu orang yang diberi karamah tersebut istiqamah dalam iman dan mengikuti syariat. Jika tidak demikian, maka yang berlaku padanya itu adalah keluarbiasaan wali-wali syaithan.

FAIDAH KARAMAH

Pada hakekatnya, karamah itu memberikan tiga faidah yaitu:

1. Yang paling besar, menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan kehendak-Nya, sebagaimana Allâh Subhanahu wa Ta’ala mempunyai Sunnah-Sunnah dan sebab-sebab yang menentukan musabab (terjadinya sesuatu) yang diletakkan-Nya secara syariat dan secara qadar. Allâh Subhanahu wa Ta’ala juga mempunyai Sunnah-Sunnah yang lain yang tidak dapat dicapai oleh ilmu, amal dan sebab-sebab yang berasal dari manusia.

2. Terjadinya karamah untuk para wali pada hakikatnya adalah mukjizat untuk para Nabi, karena karamah-karamah itu tidak akan diperoleh oleh mereka, melainkan dengan sebab keberkahan mengikuti Nabi mereka, yang dengannya mereka memperoleh berbagai kebaikan.

3. Karamah yang diperoleh para wali adalah kabar gembira yang disegerakan oleh Allâh Subhanahu wa Ta’ala dalam kehidupan dunia, sebagaimana firman-Nya:

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿٦٢﴾ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ ﴿٦٣﴾ لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ